TUGAS KEWIRAUSAHAAN

TUGAS KEWIRAUSAHAAN

PERUSAHAAN COKRO TELA CAKE

Logo Universitas Muhammadiyah Surakarta

Disusun oleh

Meilisa Tria Ardina

A210090128

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN AKUNTANSI

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2012

 

COKRO TELA CAKE

Singkong atau cassava sudah sejak lama dikenal masyarakat sebagai bahan baku untuk berbagai keperluan, salah satunya adalah sebagai bahan baku makanan olahan. Keripik singkong misalnya, panganan ini sudah lama menjadi makanan kecil atau cemilan yang banyak disukai orang. Bahkan, keripik singkong sudah memasuki pasar ekspor untuk dijadikan sebagai makanan ringan.

Besarnya konsumsi masyarakat akan makanan olahan berbasis singkong, baik di dalam maupun di luar negeri, mendorong tumbuhnya wirausaha yang pada umumnya merupakan pengusaha kecil dan menengah. Namun, tidak menutup kemungkinan munculnya usaha besar yang memproduksi keripik singkong dengan berbagai cita rasa.

Dalam kurun waktu belakangan ini, sejalan dengan berkembangnya teknologi dan berkembangnya inovasi serta kreativitas masyarakat pengusaha, singkong sudah dimanfaatkan untuk produk makanan olahan lain. Sebut saja, cassava brownies tela, tela crezz better cassava dan cokro tela cake, yang diproduksi oleh pengusaha muda asal Yogyakarta, Firmansyah. Perusahaan ini beralamat Jl. HOS Cokroaminoto 97 Yogyakarta  yang  sangat strategis dekat kota. Jadi sangat mudah untuk menjangkaunya.

Ketika kami  beberapa waktu lalu kesana bapak  Firmansyah mengaku kalau produk yang dihasilkannya banyak diminati masyarakat. Bahkan, tambah Firmansyah, kassava brownies tela merupakan brownies pertama di Indonesia yang menggunakan singkong. “ Kassava brownies tela dibuat dalam berbagai varian produk seperti original, coklat, strawberry, pandan, keju, mocca, kacang dan lain-lain, “ ujar Firmansyah penuh rasa bangga.

Ia mengatakan, selain kassava brownies tela yang selama ini menjadi andalan, juga memproduksi makanan lain seperti tela krezz better cassava dan cokro tela cake. Kesemuanya ini memanfaatkan bahan baku singkong yang disuplai oleh petani dari daerah Gunung Kidul.

Tela krezz better cassava, tambah Firmansyah, merupakan produk makanan ringan hasil inovasi dari bahan baku singkong yang berkualitas, lezat dan bergizi. “Produk tela crezz better cassava memiliki daya tahan yang cukup lama, aman dikonsumsi oleh anakanak, remaja hingga orang dewasa. Selain itu, produk ini juga cocok dimanfaatkan sebagai cemilan, mulai dari hidangan keluarga dan tamu, hingga makanan di café-café, restoran atau supermarket,” ujar Firmansyah.

Dalam pada itu, produk lainnya yang juga berbahan baku singkong adalah cokro tela cake. Panganan ini dapat dinikmati oleh siapa saja, karena beberapa alasan. Pertama, diproduksi dalam berbagai varian sesuai kegemaran. Kedua, singkong sebagai antioksidan, anti kanker, dan anti tumor di samping kaya serat, dan ketiga, berbahan baku lokal, asli Indonesia.

PEMASARAN

Berbicara masalah pemasaran, kata bapak Firmansyah mengaku cukup baik dan prospektif. Selain memiliki tujuh gerai di Yogyakarta, dia juga mengajak masyarakat untuk memproduksi kassava brownies tela, tela crezz dan cokro tela cake, melalui sistem kemitraan. ”Lewat pola semacam ini, kami ingin mengajak warga masyarakat terutama Yogyakarta untuk berwirausaha, mengingat peluang pasar yang masih terbuka,” ujar Firmansyah. Dia menambahkan, semakin banyak orang menjadi wirausaha dibidang makanan olahan, maka petani singkong di Yogyakarta dan sekitarnya, akan terjamin penghasilannya. Dengan begitu, kesejahteraan para petani singkong diharapkan akan menjadi lebih baik.

Hanya saja, kata bapak Firmansyah, persoalan ketersediaan lahan yang cukup buat pertanian dimasa depan, perlu dipikirkan sejak saat ini.

Sebab, tidak tertutup kemungkinan terjadi alih fungsi lahan pertanian ke fungsi lain, seperti permbanguan perumahan, pertokoan, dan sebagainya. Padahal, meningkatnya produksi singkong maupun produk pertanian lain, selain mendukung industri pengolahan hasil pertanian di dalam negeri, juga bisa mengurangi impor bahan pangan secara bertahap.

Menjawab pertanyaan mengapa memilih bisnis kuliner berbasis singkong, Firmansyah mengatakan, pertama, produksi singkong cukup melimpah dan harganya terjangkau. Kedua, menyerap hasil panen petani dalam jumlah besar yakni 60 ton per bulan, sehingga bisa membantu penghasilan mereka, dan ketiga, merupakan produksi dalam negeri. Selain itu, alasan lain yang mendorongnya berbisnis olahan makanan berbasis singkong adalah banyaknya tenaga kerja Indonesia yang mencari pekerjaan ke luar negeri seperti Malaysia.

Dulu, lanjut Firmasyah, ketika baru lulus dari Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada, ia bekerja pada Lembaga Sosial Masyarakat dari Kanada, yakni Canada World Youth. Setelah enam bulan di Kanada, dia kembali ke Indonesia dan ditugaskan di Entikong, perbatasan Kalimantan Barat dengan wilayah Malaysia.

Dari situlah ia berpikir kenapa para tenaga kerja tadi tidak bekerja di dalam negeri dengan mengembangkan produk-produk pertanian seperti halnya menanam singkong misalnya.

Setelah bertugas di Entikong, Kalbar, Firmansyah kembali ke Yogyakarta dan bertekad membangun usaha yang banyak melibatkan tenaga kerja. Lewat usahanya yang dibangun pada tahun 2006, saat ini terserap 60 orang tenaga kerja tetap, dan ratusan petani Gunung Kidul dan sekitarnya, sebagai tenaga tidak tetap, pemasok bahan baku singkong.

Usaha kuliner yang dipimpin Firmansyah saat ini memang cukup berkembang dan memungkinkan untuk terus berkembang di masa mendatang. Selain resep selalu memperbaiki kualitas produk dan dengan harga yang terjangkau, ia juga terus berupaya membangun jaringan bisnis dalam rangka perluasan pasar Itulah sekelumit cerita dari seorang pengusaha muda asal Yogyakarta, yang bertekad untuk terus memanfaatkan bahan baku lokal sebagai pendukung roda usahanya. Dalam kaitan inilah, dia berharap kiranya pemerintah dapat membantu promosi produk industri kreatif UKM secara berkelanjutan. Bahkan, promosi di luar negeri menjadi dambaan Firmansyah serta pengusaha lainnya guna memasuki pasar global disuatu saat nanti. (Gns).

  1. A.          Periklanan

Definisi Periklanan menurut beberapa sumber adalah sebagai berikut :

  1. Kegiatan kreatif yang berkaitan jasa periklanan (komunikasi satu arah dengan menggunakan medium tertentu), yang meliputi proses kreasi, produksi dan distribusi dari iklan yang dihasilkan, misalnya: perencanaan komunikasi iklan, iklan luar  ruang, produksi material iklan, promosi, kampanye relasi publik, tampilan iklan di media cetak (surat kabar, majalah) dan elektronik (televisi dan  radio), pemasangan berbagai poster dan gambar, penyebaran selebaran, pamflet,edaran, brosur dan reklame sejenis, distribusi dan delivery advertising materials atau samples, serta penyewaan kolom untuk iklan.
  2. Segala bentuk pesan tentang suatu produk disampaikan melalui suatu media, dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal, serta ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat.
  3. Deskripsi atau  presentasi  dari  produk,  ide  ataupun  organisasi  untuk  membujuk individu untuk membeli, mendukung atau sepakat atas suatu  hal.

Berdasarkan definisi-definisi di atas, maka subsektor industri periklanan dapat didefinisikan tentang suatu produk, jasa, ide, sebagai industri jasa yang mengemas bentuk komunikasi bentuk promosi, informasi: layanan masyarakat, individu maupun  organisasi yang diminta oleh pemasang iklan (individu,organisasiswasta /pemerintah) melalui media tertentu (misal: televisi, radio, cetak, digital signage, internet) yang bertujuan untuk mempengaruhi, atau sepakat atas hal membujuk target individu/masyarakat untuk membeli, mendukung yang ingin dikomunikasikan.

  1. B.          Desain

Desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. Dalam sebuah kalimat, kata “desain” bisa digunakan baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, “desain” memiliki arti “proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru”. Sebagai kata benda, “desain” digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk obyek nyata.

Proses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetik dan berbagai macam aspek lainnya, yang biasanya datanya didapatkan dari riset, pemikiran, brainstorming, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya. Akhir-akhir ini, proses (secara umum) juga dianggap sebagai produk dari desain, sehingga muncul istilah “perancangan proses”. Salah satu contoh dari perancangan proses adalah perancangan proses dalam industri kimia.

Membuat karya desain adalah proses yang memang harus dilalui dari awal sampai akhir. Dan tidak ada proses yang tiba-tiba jadi tanpa ada kritik dan ujian. Proses desain biasanya diawali dari brainstorming (pengumpulan ide), visualisasi bentuk (form desain), pembuatan desain (design layout/visualisation), pengujian kritik (critiquing). Barulah desain itu menjadi karya desain yang bisa diterima dan dipublish ke public

  1. C.          Riset & Pengembangan

Riset dan Pengembangan meliputi kegiatan kreatif yang terkait dengan usaha inovatif yang menawarkan penemuan ilmu dan teknologi dan penerapan ilmu dan pengetahuan tersebut untuk perbaikan produk dan kreasi produk baru, proses baru, material baru, alat baru, metode baru, dan teknologi baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Kegiatan utama kelompok industri  riset dan pengembangan termasuk:

  1. Usaha Penelitian dan Pengembangan yang Dilakukan Secara Sistematis Diselenggarakan oleh Swasta Berkaitan dengan Teknologi dan Rekayasa;
  2. Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan Sosial yang mencakup usaha penelitian dan pengembangan yang dilakukan secara sistematis, diselenggarakan oleh swasta, berkaitan dengan ilmu sosial, seperti penelitian dan pengembangan ekonomi, psikologi, sosiologi, ilmu hukum dan lainnya;
  3. Penelitian dan Pengembangan Humaniora yang mencakup usaha penelitian dan pengembangan yang dilakukan secara teratur yang diselenggarakan oleh swasta berkaitan dengan humaniora seperti penelitian dan pengembangan bahasa, sastra, dan seni;
  4. Jasa Konsultasi Bisnis dan Manajemen yang mencakup usaha pemberian saran dan bantuan operasional pada dunia bisnis, seperti konsultansi pada bidang hubungan masyarakat dan berbagai fungsi manajemen, konsultasi manajemen oleh agronomis, dan agrikultural ekonomis pada bidang pertanian dan sejenisnya.

Penggerak kelompok ini adalah pemerintah yang merilis kebijakan nasional ilmu, pengetahuan, dan teknologi. Kebijakan Strategis Pembangunan Nasional Iptek berfokus pada pembangunan ketahanan pangan, penciptaan dan pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan, pengembangan teknologi dan manajemen transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, teknologi pertahanan, dan teknologi kesehatan dan obat-obatan.

  1. D.           Produksi

Dalam  perusahaan ini tidak memproduksi kripik singkong saja tapi juga ada  tela krezz better cassava ,Kassava brownies dan cokro tela. Tapi yang cenderung diminati pelanggan ckro ketela yaitu kripik singkong.

Untuk sekali proses di perusahaan Cokro Tela cake mengahabiskan sebesar 2 ton

Dalam pembuatan produknya ini menggunakan mesin seperti alat pemotong tela biar tebal tipisnya sama. Ini yang khusus kripik tela

Setiap bungkusnya berisi 200 gr denganRp  6.000,00

Sehari produksinya bisa menghasilkan 1000 bungkus

Dalam 1 hari 6000×1000 = 6.000.000

Dalam 1 bulan 6000000×30= 180.000.000,00

Dalam 1 tahun 180.000.000,00×12=2.160.000.000,00

Jumlah pekerjanya ada 70 orang pada saat ini

Cara pembuatanya

  1. Singkong di kupas dan dibersihkan
  2. Singkong di potong dengan mesin
  3. Singkong di beri bumbu antara lain garam, merica, kunir, jinten, dan bumbu rahasia
  4. Singkong di goreng mengunakan alat penggorengan yang besar. Sebelum di bungkus kripik singkong ini di tiriskan menggunakan alat pengering yang modern sehingga ketika di bungkus tidak ada minyak.
  5. Terakhir di beri bumbu lagi seperti kripik ketela rasa jagung bakar, kripik singkong rasa keju
  6. Terakhir dikemas dan di timbang tiap bungkusnya.

SingkongCokro Tela

Cokro Tela

Surakarta, 26 Juni 2012

Mengetahui

(  Dr. Firmansyah MM   )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s