JADI ANAK GAUL YANG POSITIF

Image

PERGAULAN bebas dikalangan remaja atau anak muda pada umumnya bukanlah barang baru. Sudah menjadi rahasia umum bahwa pergaulan anak muda zaman sekarang jauh lebih ‘terbuka’ alias permissif.

Berbagai faktor yang memengaruhi, antara lain budaya Barat yang secara massif terus menggerus budaya Timur, maupun perkembangan teknologi terkini. Ada juga yang beralasan, pergaulan bebas agar disebut ‘anak gaul’.

Sekolah pun tak luput dari korban pergaulan bebas. Aura, sebut saja begitu, seorang siswi sekolah menengah atas dibilangan Jakarta Selatan, tidak menampik pergaulan teman sejawatnya yang menjurus pada pegaulan bebas.

Saat ditanya latarbelakang remaja seusianya mau melakukan hal tabu, Aura menjawab tegas salah satu alasan yang bisa dia simpulkan dari pengalamannya.

“Karena ingin memenuhi hawa nafsu mereka yang gak terkontrol,” ucap Aura dengan entengnya, kepada IRNews, Sabtu (23/02).

Menurutnya, masa-masa remaja adalah masanya seorang remaja mengenal dunia, sekaligus mencari jati diri. Untuk itu, pergaulan serta lingkungan mempunyai andil penting dalam membentuk karakter remaja yang biasa disebut ABG (anak baru gede).

“Perlu juga ada masukan seperti mengadakan seminar ke tiap sekolah untuk mengenalkan sex dan bahayanya sex pranikah,” katanya dengan mimik wajah agak serius.

Sex education atau pendidikan seks memang penting bagi pelajar, orang tua pun juga perlu aktif mengawasi perkembangan buah hatinya. Pasalnya, pendampingan disekolah hanya dengan guru saja jelas tidak cukup.

“Kalau bisa di dampingin bersama orang tuanya juga. Agar kedua belah pihak ada saling keterbukaan khususnya dalam masalah seks bebas,” ungkap Indra, siswa lainnya masih di sekolah yang sama.

Tak jauh berbeda dengan Aura, pelajar pria yang aktif di eskul Taekwondo ini melanjutkan, pentingnya ada kegiatan bagi pelajar untuk menyalurkan gairah remaja yang mengebu-gebu ke dalam hal yang positif.

“Seperti mengisi banyak kegiatan, kalo aktif kan udah gak sempet mikir yang ngeres-ngeres, bisa hindari perilaku seks bebas. Karena dengan banyaknya kegiatan, waktu luang akan sedikit. Dan otomatis hawa nafsu kita akan terkontrol dan tertahan untuk melakukan hal-hal semcam seks pranikah,” urainya panjang.

Indra kembali menambahkan, sehingga penting untuk mengetahui latarbelakang pemicu terjadinya seks pranikah. Pengetahuan itu, katanya, setidaknya dapat mencegah dengan cara-cara yang tidak merusak perkembangan masa remaja yang selalu ingin tahu dan mencoba berbagai hal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s